30.11.12

Kepada,

Kepada, kamu.
Nada yang mendesir di nadiku.
Aku jengah sudah dengan kata semu.
Ku harap bukan dari kamu.

Kepada, kamu.
Desau angin pada telingaku.
Yang berbisik lembut hingga merasuki kalbu.
Ku harap kamu tak hanya sekadar bermain api menjadikanku abu.

Kepada, kamu.
Lengkung yang menghiasi wajahku.
Aku membiarkan kamu membuatku bahagia tak hanya di bibir. Mata pun hati.
Ku harap kamu sadar, aku mencintaimu.
Saja.

28.11.12

Sesuatu Tentang Rumah


Ibuku adalah rumah.
Senyumnya adalah halaman.
Tawanya adalah beranda.
Tangisnya adalah loteng.

Ibuku adalah kamar.
Ketiaknya adalah selimut kesayanganku.
Tangannya adalah gulingku.
Lengannya adalah bantalku.
Kakinya.. jejakku kembali pulang.